Kamis, 27 September 2012
Minggu, 02 September 2012
FREELANCER : Kreatif di Era Banjir Informasi
Internet adalah gudangnya informasi. Tidak hanya Wikipedia atau 'Paman' Google yang bisa memberi jawaban. tetapi banyak lagi.
Informasi yang begitu banyak dalam blog website, dan layanan berbasis User generated content seperti Quoara, Twitter, serta jejaring sosial lain mengandumg jutaan ide dan bahan menarik untuk dipelajari. Sebagai sumber informasi, media-media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Persiapan sebelum mencari Informasi
Memilah informasi mana yang dibutuhkan dan yang tidak sebelum terjun mencari informasi bagaikan sedia payung sebelum hujan. Pertama, kita tahu dulu informasi apa yang kita butuhkan.Misalnya, saat kita ingin membuat desain karu nama, kita bisa menentukan poin-poin apa saja yang ingin kita cari. Seperti inspirasi untuk layout, tipografi, jenis cetakan, atau eksekusi atas desain. Dengan mendata beberapa poin tersebut,proses pencarian informasi bisa fokus. Jika ada yang menarik untuk dieksplorasi, harus ada patokan yang jelas agar proses pencarian tetap efisien.
Mencari informasi dengan hanya jalan-jalan menjelajah web tanpa tujuan yang, seperti Window shopping, memang bisa dilakukan. Namun, saya tidak menyarankan untuk terlalu sering dilakukan.
Tetap Fokus
Kini, waktunya untuk mencari informasi, kuncinya adalah tetap fokus. Era banjir informasi memberikan banyak pilihan konten untuk dibaca, ditelaah, dan disimpan. Fokus menjadi penting karena informasi tersebut terlalu menggoda untuk tidak di-klik.
Dengan fokus, kita tahu informasi mana yang kita butuhkan, mana yang tidak. Bahkan, kalau perlu kita tentukan juga waktu untuk mencari informasi tersebut. Misalnya 30 menit untuk mencari informasi berdasarkan poin-poin tertentu, 15 menit untuk memilah kembali informasi mana yang akan disimpan untuk diarsip, dan 15 menit lagi untuk browsing tanpa ada tujuan tertentu. Jadi total 1 jam waktu yang dibutuhkan dengan hasil terukur.
Kreatif memang terkadang tidak bersanding dengan aturan atau batasan. Kadang batasan-batasan tertentu justru malah membuat orang menjadi tidak kreatif. Namun, di era informasi internet yang mengalir deras bak banjir bandang ini, kemampuan untuk memilah informasi yang diperlukan dan yang tidak mutlak diperlukan.
Hal ini juga yang mendasari adanya layanan berbasis preferensi atau kurasi, yang mambagi informasi sesuai dengan ketertarikan penggunany. Gunanya jelas, untuk memilah noise yang bisa mengganggu dalam proses mencari informasi.
Media yang paling populer saat ini untuk mencari informasi bisa jadi Twitter, dan mungkin Google + , kita bisa memilih siapa yang menurut kita menarik untuk diikutu sharing informasinya.
Twitter memang bisa menjadi penghubung antara teman. Namun, Anda pasti akan mendapatkan manfaat lebih jika menggunakan Twitter sebagai pusat informasi. Untuk bisa memperoleh manfaat itu diperlukan cara memilah informasi yang tepat.
Internet memang memiliki sisi negatif. Namun, sisi positifnya juga banyak, terutama untuk mendukung pengembangan kreatifitas. Satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara kita menyikapi berbagai informasi, aplikasi, serta berbagai layanan yang ada di internet.
Dengan mengetahui informasi yang kita butuhkan, kita bisa fokus untuk berkreasi karena waktu kita tidak terbuang saat proses pencarian, pemilahan informasi. waktu bisa dioptimalkan untuk membuat karya, mengembangkan bisnis, atau proyek yang sedang dikerjakan.
Informasi memang penting tetapi yang lebih penting adalah cara mengolahnya. Selamat menjadi kreatif di era banjir informasi
Informasi yang begitu banyak dalam blog website, dan layanan berbasis User generated content seperti Quoara, Twitter, serta jejaring sosial lain mengandumg jutaan ide dan bahan menarik untuk dipelajari. Sebagai sumber informasi, media-media tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Persiapan sebelum mencari Informasi
Memilah informasi mana yang dibutuhkan dan yang tidak sebelum terjun mencari informasi bagaikan sedia payung sebelum hujan. Pertama, kita tahu dulu informasi apa yang kita butuhkan.Misalnya, saat kita ingin membuat desain karu nama, kita bisa menentukan poin-poin apa saja yang ingin kita cari. Seperti inspirasi untuk layout, tipografi, jenis cetakan, atau eksekusi atas desain. Dengan mendata beberapa poin tersebut,proses pencarian informasi bisa fokus. Jika ada yang menarik untuk dieksplorasi, harus ada patokan yang jelas agar proses pencarian tetap efisien.
Mencari informasi dengan hanya jalan-jalan menjelajah web tanpa tujuan yang, seperti Window shopping, memang bisa dilakukan. Namun, saya tidak menyarankan untuk terlalu sering dilakukan.
Tetap Fokus
Kini, waktunya untuk mencari informasi, kuncinya adalah tetap fokus. Era banjir informasi memberikan banyak pilihan konten untuk dibaca, ditelaah, dan disimpan. Fokus menjadi penting karena informasi tersebut terlalu menggoda untuk tidak di-klik.
Dengan fokus, kita tahu informasi mana yang kita butuhkan, mana yang tidak. Bahkan, kalau perlu kita tentukan juga waktu untuk mencari informasi tersebut. Misalnya 30 menit untuk mencari informasi berdasarkan poin-poin tertentu, 15 menit untuk memilah kembali informasi mana yang akan disimpan untuk diarsip, dan 15 menit lagi untuk browsing tanpa ada tujuan tertentu. Jadi total 1 jam waktu yang dibutuhkan dengan hasil terukur.
Kreatif memang terkadang tidak bersanding dengan aturan atau batasan. Kadang batasan-batasan tertentu justru malah membuat orang menjadi tidak kreatif. Namun, di era informasi internet yang mengalir deras bak banjir bandang ini, kemampuan untuk memilah informasi yang diperlukan dan yang tidak mutlak diperlukan.
Hal ini juga yang mendasari adanya layanan berbasis preferensi atau kurasi, yang mambagi informasi sesuai dengan ketertarikan penggunany. Gunanya jelas, untuk memilah noise yang bisa mengganggu dalam proses mencari informasi.
Media yang paling populer saat ini untuk mencari informasi bisa jadi Twitter, dan mungkin Google + , kita bisa memilih siapa yang menurut kita menarik untuk diikutu sharing informasinya.
Twitter memang bisa menjadi penghubung antara teman. Namun, Anda pasti akan mendapatkan manfaat lebih jika menggunakan Twitter sebagai pusat informasi. Untuk bisa memperoleh manfaat itu diperlukan cara memilah informasi yang tepat.
Internet memang memiliki sisi negatif. Namun, sisi positifnya juga banyak, terutama untuk mendukung pengembangan kreatifitas. Satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara kita menyikapi berbagai informasi, aplikasi, serta berbagai layanan yang ada di internet.
Dengan mengetahui informasi yang kita butuhkan, kita bisa fokus untuk berkreasi karena waktu kita tidak terbuang saat proses pencarian, pemilahan informasi. waktu bisa dioptimalkan untuk membuat karya, mengembangkan bisnis, atau proyek yang sedang dikerjakan.
Informasi memang penting tetapi yang lebih penting adalah cara mengolahnya. Selamat menjadi kreatif di era banjir informasi
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Internet adalah gudangnya informasi. Tidak hanya Wikipedia atau 'Paman' Google yang bisa memberi jawaban. tetapi banyak lagi. Infor...
Blog Archive
Followers
Tentang Aquw
Bookmarks
a href="http://trik-lasin.blogspot.com/more/QbE">